TUTOR SEBAYA

Ini merupakan hari ketiga aku belajar menulis. Kali ini aku ingin berbagi kisah tentang kegiatanku menjadi tutor sebaya bagi teman-temanku.

Setiap hari setelah sholat ashar banyak anak - anak berkumpul dirumahku untuk belajar mengaji. Anak - anak yang mengaji dirumahku itu mulai dari TK, kelas 1 sampai kelas 6 SD.

"Bu kenapa sih suruh anak - anak itu mengaji disini" tanyaku dulu. Ibu hanya menjawab "Dari pada mereka keluyuran kesana kemari lebih baik ibu menyuruh mereka untuk mengaji disini." Sejak saat itulah mereka mulai mengaji di rumahku.


Mereka tidak hanya di ajar membaca Al-Quran, tapi mereka juga diajar sholat dengan benar, bagaimana cara berwudhu dengan baik, belajar tajwid, belajar doa sehari - hari, dan juga diajar bersedekah. Jika ada waktu luang mereka juga diajak untuk pergi ke kolam renang. 


Aku sering diminta bantuan oleh ibu untuk menggantinya menyimak para santri saat dia tidak bisa mengajar. Ibuku selalu bilang padaku "Adik bisa." Kebetulan di sekolah aku sudah memiliki hapalan 4 juz, mungkin hal ini yang membuat ibu percaya padaku untuk menyimak teman-temanku.

Seperti hari Jumat ini, ibu sedang sakit dan dia memintaku mengajar para santri yang berjumalah kurang lebih 25 orang. Agar santri yang kecil tidak bermain, aku meminta bantuan para santri yang sudah memiliki hafalan untuk menyimak beberapa santri yang masih iqra. Setelah selesai kami menyimak santri yang kecil, aku lanjutkan untuk menyimak hapalan bagi beberapa santri yang menghapal juz 30. Semoga ini adalah caraku mengamalkan ilmu yang aku dapatkan di sekolah agar tidak cepat lupa dan jadi ilmu bermanfaat.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama