Berguru pada setiap ujian dan masalah


Mengawali seminarnya malam ini Pak Aris Ahmad Jaya membuka materi dengan kalimat bijaknya "Jangan pernah menyalahkan masalah, karena masalah tidak pernah salah." 

Kalimat ini mengajak kita untuk merubah paradigma, bagaimana seharusnya kita menyikapi setiap ujian/permasalahan yang kita alami. 


Ada beberapa kalimat kunci yang harus kita pahami saat kita mengalami ujian/permasalahan dalam hidup

1. Setiap orang mendapatkan ujian

Allah akan memberikan ketidaknyamanan kepada semua manusia. Ketidaknyamanan itu merupakan ciri dari sebuah ujian. Ujian hidup itu senantiasa hadir 24 jam sehari. Contohnya: mampukah kita selalu sholat lima waktu sehari salam, mampukah kita tersenyum saat ada orang yang menghina, mampukan kita berbagi ditengah kekurangan yang kita alami dan sebagainya. Namun satu hal yang perlu kita nyakini bahwa ujian itu menentukan kualitas seseorang, seberapa taat kita kepada Allah. 


2. Setiap ujian tertakar sesuai kemampuan.

Allah akan memberikan kita ujian sesuai kemampuan kita. Ibaratnya ujian anak TK akan berbeda dengan anak SD, begitu pun ujian anak SMP akan berbeda dengan anak SD dan anak SMA. 


Salah satu strategi yang bisa kita gunakan dalam memandang sebuah ujian adalah dengan berpikir positif. Ingat Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Jangan mengeluh dengan ujian yang diberikan Allah, namun lihatlah ujian itu dengan mata hati, nurani dan keimanan kita. 


Bergerak merupakan salah satu cara kita dalam menghadapi ujian karena dengan bergerak air menjadi jernih, dengan bergerak angin menjadi segar, dengan bergerak kendaraan roda dua tidak terjatuh, dengan bergerak kita bisa bertemu dengan orang, bisa bersilaturrahmi, bisa berkomunikasi.


3. Ujian menunjukkan kelas dan kapasitas kita. 

Sesungguhnya saat kita mendiskriminasikan diri kita, maka orang lain akan berlomba-lomba mendiskriminasikan diri anda. Saat andaenganggap diri anda bodoh, maka orang lain juga akan menganggap diri anda sangat bodoh.


4. Setelah ujian adalah kenaikan kelas.

Ingat!!! 

Saat kita diuji itu menandakan kita akan naik kelas, atau minimal akan tetap tinggal di kelas yang sama, jangan sampai kita turun kelas. 


Belajarlah dari kisah Bang Zoel, laki-laki buntung yang berprestasi bukan saja di dalam negeri, tapi sampai luar negeri. 

1. Satu hal yang membuat Bang Zoel jadi orang seperti itu adalah cara memandang dirinya sendiri. Walaupun dia buntung, namun dia tidak pernah menganggap dirinya cacat. Dia hanya menganggao dirinya unik karena dia berprinsip bahwa Allah tidak akan menciptakan sesuatu yang tidak sempurna. 

2. Prinsip kedua Bang Zoel adalah dia menikmati hidupnya dalam setiap momentum yang dia alami. Karena dia yakin Allah tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, Allah tahu apa yang dibutuhkan oleh seorang hamba. 

3. Seseorang yang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, maka orang tersebut akan selalu merasa dirinya kurang beruntung. Satu kata bijak yang mvuatnya tetap tegar adalah "Bukan rejekimu yang kurang, namun rasa syukurmu yang sedikit."


Syukuri setiap anugrah Tuhan yang ada dalam dirimu, lihat sisi positifmu, lalu bergeraklah dan nyakinlah Allah akan selalu bersamamu. Pandanglah hidup ini dengan positif karena Allah menganugerahkan banyak nikmat kepada setiap hamba, sampai kita tidak akan pernah mampu menghitung nikmat tersebut. 

2 Komentar

  1. Masalah itu diciptakan sebagai bumbu pelengkap.pahit manis dan asamnya kehidupan, tinggal kiata menakar semuanya sesuai dengan ukuran yang tepat.
    Karya yang keren ...

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama