Jurnal Refleksi Minggu 20

 


Senin-Sabtu, 20-25 September 2021
Membaca materi tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya pada tahap eksplorasi konsep semakin menambah wawasan saya tentang jenis-jenis aset yang ada di sekolah dan perlu mendapat perhatian khusus, tidak hanya oleh kepala sekolah, namun juga oleh semua unsur yang ada di sekolah. Di samping itu, pada tahap ini kita tidak hanya tahu model dan jenisnya saja, tapi kita juga dibimbing bagaimana cara memaksimalkan semua aset tersebut agar bisa berdampak positif bagi kemajuan sekolah.

Kegiatan berikutnya adalah melakukan diskusi bersama kelompok kecil yang terdiri dari tiga orang yang berasal dari sekolah yang berbeda. Pada tahap eksplorasi konsep forum diskusi ini semua kelompok diminta untuk mendata tujuh aset yang ada di masing-masing  sekolah, sebagai salah satu kekuatan yang dimiliki oleh sebuah sekolah untuk dikembangkan agar menjadi sekolah yang berkualitas.

Dari hasil diskusi di kelompok kecil selanjutnya di presentasikan di depan semua kelompok untuk mendapat umpan balik baik berupa tanggapan, pertanyaan maupun masukan terkait tujuh aset yang ada di sekolah. Disini saya mendapatkan banyak pencerahan tentang berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing sekolah untuk memajukan sekolah masing-masing, baik dari unsur abiotik maupun unsur biotiknya.

Lewat diskusi di kelompok besar inilah saya jadi tahu, ternyata banyak CGP yang berasal dari Lombok Barat yang pernah berkunjung ke negara Australia guna meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri mereka.

Dari sekian kali saya mengikuti diskusi presentasi di LMS, presentasi kali ini memakan waktu yang lumayan panjang dari pukul 13.30-16.00 WIB. Hal ini disebabkan karena padatnya materi yang dibahas ditambah ada tujuh kelompok yang harus mempresentasikan hasilnya membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Berbeda dengan sebelumnya, presentasi hanya dilakukan oleh empat sampai lima kelompok. Gangguan internet yang terjadi juga membuat kegiatan sedikit terhambat. Namun bisa dilaksanakan sesuai harapan.

Setiap sesi dari kegiatan guru penggerak ini semakin membuka paradigma dan cara berpikir saya bahwa seyogyanya pendidikan itu bukan hanya terkait membuat siswa menjadi pintar namun lebih dari itu, seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan kedelapan kecerdasan yang dimiliki para siswa.






Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama