Kaitan Pembelajaran BERDEFERENSIASI dengan Filosofi Ki Hajar Dewantara


Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu bagi semua siswa dengan beragam kemampuan yang mereka miliki. Untuk itu guru dituntut untuk mampu menerapkan pembelajaran BERDEFERENSIASI agar semua siswa mendapatkan pelayanan sesuai dengan kondisi masing-masing. Permasalahannya tidak semua guru mengetahui pembelajaran BERDEFERENSIASI itu seperti apa?


Pembelajaran Deferensiasi merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan tetap memperhatikan dan melakukan penyesuaian terhadap kesiapan, minat dan gaya belajar murid. Untuk itu diharapkan seorang guru dapat memodifikasi pembelajaran dari segi konten, proses dan produk. 


Namun sebelum itu, guru diminta untuk melakukan asesmen terkait kesiapan belajar murid, minat serta gaya belajar yang dimiliki oleh setiap siswa. Dari hasil asesmen tersebut maka seorang guru bisa membuat diagnosa kondisi siswanya. Sehingga akan bisa memudahkan guru untuk mengelompokkan siswa sesuai kondisinya masing-masing. Mana siswa yang sudah memiliki kemampuan bagus tentang materi yang akan diberikan, mana yang sedang dan mana yang membutuhkan bimbingan khusus. 


Disamping itu juga seorang guru memiliki gambaran terkait gaya belajar dari para siswanya. Jika data sudah diperoleh akan mempermudah guru untuk mendesain pembelajaran yang akan dilakukan di kelas. 


Dalam merencanakan pembelajaran BERDEFERENSIASI, guru harus memahami secara mendalam tentang siswanya baik yang menyangkut kesiapan belajar, minat maupun gaya belajar atau profil belajar siswanya.


Strategi pembelajaran BERDEFERENSIASI ada 3 yaitu : Deferensiasi konten, Deferensiasi proses dan Deferensiasi produk. 

1. Deferensiasi konten 

Berhubungan dengan bahan/materi yang akan diajarkan kepada murid a


Bagaimana kita melakukan Deferensiasi konten

Konten merupakan bahan belajar murid

Jika menentukan kesiapan murid

Siapa siswa yang akan kita berikan bahan belajar yang bersifat Foundational (bahan belajar yang bersifat dasar) seperti dasar-dasar, fakta umum, prinsif-prinsif, ide-ide

Dan siapa siswa yang akan kita berikan bahan belajar yang jenis informasinya transpornational (materi yang lebih tinggi) seperti memberikan mereka tantangan,  pertanyaan-pertanyaan pemandu.


Disamping itu kita juga harus bisa melihat apakah murid kita sudah siap untuk belajar abstrak, atau mereka masih harus belajar berpikir secara konkrit. Saat siswa masih belajar konkrit maka guru harus mempersiapkan materi dalam bentuk konkrit. 

Misalnya : untuk anak kelas 1 SD, saat mengajarkan materi nilai tempat, seorang guru bisa menggunakan stik es cream, lidi, kerikil dsb. Tapi bagi siswa yang sudah memiliki kemampuan yang lebih tinggi (abstrak), materi bisa diberikan dalam bentuk gambar atau lembar kerja.


Pembelajaran Deferensiasi juga bisa dilakukan dengan memperhatikan minat murid.

Misalnya: saat kita memberikan teks bacaan, maka hendaknya seorang guru membiarkan anak membaca bahan bacaan yang disukainya.


Sedangkan pembelajaran Deferensiasi dengan memperhatikan profil belajar murid, hal ini lebih kepada bagaimana siswa dapat mengakses materi tersebut sesuai dengan gaya belajarnya (visual, auditori, kinestetik).


2. Deferensiasi Proses

Proses disini maksudnya Bagaimana murid memahami, memaknai materi yang dipelajari.

Pembelajaran Deferensiasi bisa dilakukan dengan cara:

1. Bisa dilakukan secara berjenjang

2. Dengan memberikan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan. 

Misalnya: Saat memberikan tugas membuat karangan. Kita bisa memberikan tugas kepada murid untuk membuat karangan sesuai minat mereka. Siswa yang suka olahraga bisa membuat karangan tentang olahraga.

3. Membuat agenda individual

Misalnya: guru bisa membuat tugas yang berisi pekerjaan umum untuk semua kelas, serta daftar pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu

4. Memvariasikan lama waktu. Ini bisa dimanfaatkan oleh murid yang memiliki kemampuan kurang untuk memberikan dukungan tambahan murid menyelesaikan tugas lebih lama atau mendorong siswa yang memiliki kamampuan tinggi untuk mempelajari materi lebih mendalam .

5. Mengembangkan kemampuan bervariasi (visual, auditori dan kinestetik)

6. Menggunakan pengelompokan yang pleksibel dan sesuai dengan kesiapan, kampuan dan minat.


3. Deferensiasi Produk 

Produk merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh murid, bisa berupa karangan, tulisan, pertujukan, presentasi, pidato, teks, rekaman, diagram, hasil tes dsb atau apa saja yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. 

Strategi yang perlu dilakukan guru dalam Deferensiasi produk terdiri dari 

• Kualitas pekerjaan

• Konten yang harus ada dalam produk

• Bagaimana harus dikerjakan

• sifat dari produk yang dihasilkan 



Apa yang dapat kita lakukan sebagai guru untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran Deferensiasi?

Harus dibangun diatas komunitas belajar yang semua anggotany adalah komunitas pembelajar. 


Ciri-ciri pembelajaran BERDEFERENSIASI:

1. Membentuk iklim siswa merasa dihargai,

 diterima dan disambut dengan baik.

 2. Setiap orang di dalam kelas akan saling menghargai,  berbagi kebutuhan 

 3. Setiap murid akan merasa aman baik secara fisik dan psikis. Tidak akan dipojokkan walaupun jawaban yang diberikan tidak tepat, tidak di olok saat tidak bisa menjawab.

4. Ada harapan bagi pertumbuhan. Tumbuh sesuai dengan perkembangannya. Dan hendaknya sekecil apapun pertumbuhan yang dialami murid harus tetap mendapatkan apresiasi dari guru. 

5. Guru mengajar mencari tahu dimana posisi murid agar bisa mendorong murid lebih cepat dan bisa keluar dari zona nyaman dan merasakan sedikit tantangan dan guru tetap memberikan dukungan agar murid tidak prustasi. 

6. Ada keadilan dalam bentuk nyata. Guru dan murid adalah tim untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 


Kaitan pembelajaran BERDEFERENSIASI dengan filosofi Ki Hajar Dewantara adalah hendaknya seorang guru dalam memberikan pembelajaran berpihak pada siswa dimana guru harus bisa membimbing anak didiknya untuk memahami kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Dengan mengetahui kelebihan yang dimiliki akan lebih memudahkan guru untuk mengarahkan dan membimbing mereka agar bisa berkembang lebih maksimal.


Disamping itu guru dalam melakukan

Pembelajaran BERDEFERENSIASI harus berpusat pada siswa, artinya pembelajaran yang direncanakan selalu memperhatiksn kondisi peserta didik baik dari segi kesiapan belajar, minat maupun profil siswa. 




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama