Karya Ida Ayu (Siswa kelas 9)
Tulisan kali ini datang dari salah satu siswaku yang masih duduk di kelas 9
Kegaduhan di jalan raya tidak seramai dulu, padahal hari itu adalah hari Sabtu sore dan sebentar lagi malam Minggu. Biasanya Sabtu atau Minggu sore sudah terlihat iringan kecimol memenuhi jalan raya di depan rumahku atau biasanya anak-anak muda sudah hilir mudik untuk malam mingguan bersama pasangan mereka. Tapi kesunyian ini sungguh terasa, hingga suara pintu gerbang dapat terdengar jelas. Sepertinya ada yang masuk tapi anehnya anjing di rumah tidak menggonggong, pertanda yang datang adalah orang yang sudah di kenal oleh si Brown anjing yang selalu setia menjadi satpam rumahku 24 jam non stop.
Ternyata yang datang adalah tiga orang sepupuku yang tinggal di Mataram. Minggu ini jadwal mereka menginap di rumah nenek. Kebetulan rumah nenek bersebelahan dengan tempat tinggalku. Saat kami menuju rumah nenek. Tempat itu sudah dipenuhi oleh cucunya yang juga akan bermalam di sana.
Malam Minggu merupakan momen yang selalu kami tunggu karena semua cucu nenek akan berkumpul di rumah yang tidak terlalu besar itu. Namun terasa mengasikkan.
Ketiganya langsung menaruh barang bawaan mereka. Dan kami pun menuju rumah sebelah untuk mengajak keluarga yang lain jalan-jalan ke sawah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal nenek sembari menikmati sunset.
Saat sedang asyik menikmati sunset, tiba-tiba Anya yang sekolah di salah satu SMP di Mataram ngedumel sendiri tentang pembelajaran daring yang diikuti membuatnya bingung.
"Tadi kamu bilang apa?" Tanya Dyana memperjelas ucapan Anya.
"Bosan belajar daring, mana tidak ngerti lagi materinya," ucapnya mengulang kalimatnya yang tadi.
Indi pun yang masih duduk di bangku SMA ikut berkomentar
"Ya, sudah tidak paham, tugasnya semakin menumpuk."
"Tapi bagiku walaupun banyak tugas tapi asyik bisa kumpul setiap Minggu seperti ini," balas Dyana sembari menatap langit yang berwarna merah jingga.
Di lain pihak kakak beradik Indi dan Ampin secara spontan menceritakan prilaku adik bungsunya Josh yang jarang mengerjakan tugas sekolah. Bagi gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA ini, adiknya hanya terima beres tugas yang diberikan dari sekolah karena yang mengerjakan tugas adiknya adalah sang bunda atau mereka berdua.
Keasyikan cerita membuat kami tidak menyadari matahari sudah tenggelam. Kami pun pulang ke rumah masing-masing dan berjanji selesai makan malam bertemu lagi di rumah nenek untuk bermain kartu dan monopoli sampai menjelang pukul sepuluh malam.
Keseruan kami berlanjut. Pagi buta kami sudah berada di tengah sawah hanya untuk sekedar menunggu sunrise yang tampak indah saat matahari baru menampakkan diri dari ufuk timur. Momen ini tidak pernah kami lewatkan hampir setiap minggu dan selalu kami abadikan dengan ponsel.
Tanpa terasa sudah hampir satu tahun kami belajar secara daring. Di satu sisi belajar daring itu sangat santai tapi cukup melelahkan mata, terlebih lagi diriku yang sudah bermasalah dengan penglihatan.
Saat aku dan adik sepupu yang satu sekolah sedang duduk di teras sambil menunggu kiriman materi Matematika dan PPKn dari bapak/ibu guru. Kulihat wajahnya tampak murung. Rasa penasaran membuatku akhirnya bertanya.
"Ada apa, kok sepertinya ada sesuatu yang kamu pikirkan?"
"Hari kita belajar Matematika dan saya tidak mengerti sama sekali tentang materi yang diajarkan, hingga membuat saya tidak bisa menjawab soal sama sekali." Keluhnya.
Aku pun memberinya solusi untuk membuka google saat ada materi yang belum dia pahami.
Setahun belajar daring membuat jariku lebih terlatih untuk mengoperasikan ponsel berupa tab yang aku miliki. Biasanya pagi hari
Sambil menunggu kiriman materi dari sekolah, setelah absen kusempaykan diri membuka sosial media instagram.
Saat sedang asyik membuka Instagram, tiba-tiba Dyana datang dan menginformasikan tentang tugas-tugas yang diberikan bapak/ibu guru dari satu Minggu kemarin. Jujur selama satu Minggu aku tidak pernah mengerjakan tugas sama sekali.
"Kapan kamu mulai mengerjakan tugas yang
dikirim bapak/ibu guru?" Tanya Ab panggilan kesayangan untuk Dyana.
"Tugas apa saja?" Tanyaku penuh penasaran.
"IPA, Matematika, SBK.
Dyana sempat marah padaku dengan jawaban yang aku lontarkan.
"Nanti dah saya kerjakan saat ada mood."
"Mood-moodan, belajar itu kewajiban".
"Kalok kakak teorinya ajak tahu tapi praktiknya nol." Jawab Dyana mengingatkanku.
"Heheh..."Jawabku cengengesan
Kami berdua langsung menyelesaikan tugas PPKn sampai tuntas. Sementara tugas yang lain kami selesaikan malam harinya sebelum tidur.
Oh, ya aku lupa memperkenalkan diri. Nama saya adalah Ida Ayu kelas 9 di salah satu sekolah SMP Negeri yang ada di kabupaten Lombok Barat.
Sekian dulu kisah yang bisa saya bagi, semoga kita bisa bertemu pada tulisan berikutnya dengan kisah yang berbeda.

Kisahnya baguss bukk,menarikk lagii
BalasHapus