Senin, 15 Februari 2021
Penulis : Siti Marwanah
Kalau sebelum saya menulis
mengenai bagaimana belajar dari filosofi pensil dan filosofi memasak nasi, kali
ini saya akan menulis tentang “Bagaimana
belajar menulis dari filosofi obat?”
"Daripada membaca novel,
mending membaca Al-Quran lebih bermakna" isi salah satu tulisan di kolom
komentar di media sosial. Ini merupakan curhatan salah satu teman yang mencoba menulis
di Facebook miliknya. Sontak saat membaca satu komentar yang bernada negatif,
membuat dia langsung berhenti menulis.
Satu komentar negatif bisa mengalahkan
100 komentar positif. Jadikan komentar negatif sebagai cambuk untuk kita
menjadi lebih produktif. Kalau dibandingkan antara komentar positif dan
negatif, persentase yang positif masih lebih banyak. Komentar nyiyir berada
pada 0,01 persen sementara ada 99,9 persen komentar positif. Itu menandakan
orang yang menyukai tulisan kita lebih banyak daripada orang tidak suka.
Salah satu cara menumbuhkan
motivasi agar tetap berkarya adalah dengan menggunakan filosofi obat. Obat
merupakan sesuatu yang pahit, tidak enak dimakan. Untuk mendapatkannya pun
harus mengeluarkan uang. Tapi karena orang mengetahui manfaat obat yaitu bisa
menyembuhkan, maka orang selalu berusaha mencari dan menemukannya walaupun dengan
konsekuensi dia harus membayar mahal.
Begitu juga dengan menulis. Kita
sering menerima komentar negative, dalam bentuk hinaan dan ejekan saat kita
menulis artikel tentang suatu hal dan kita posting di media sosial yang kita
miliki. Jika komentar negatif, itu
ditanggapi, bisa dipastikan anda tidak akan pernah mau menulis lagi. Namun jika
hal itu digunakan untuk memperbaiki tulisan kita yang masih kurang baik, kita
jadikan cambuk, penyemangat diri untuk bisa menghasilkan karya yang lebih baik
dan bermutu.
Jadikan tulisan yang kita buat
sebagai inspirasi bagi orang lain untuk bisa berbuat lebih baik. Jangan
pernah berharap semua orang akan menyukai apa yang kita tulis dan kerjakan. Masing-masing
orang memiliki barometer sendiri dalam memberikan penilain terhadap suatu hal. Jadi
jangan berkecil hati, Ingat Allah membuat sesuatu berpasang-pasangan. Ada
tinggi, ada rendah. Ada yang suka dan ada yang tidak suka. Jadi jangan berkecil
hati kalau ada beberapa orang yang berprilaku tidak sesuai dengan harapan kita.
