MAU MENERBITKAN BUKU ANDA DI MANA?

MAU MENERBITKAN BUKU ANDA DI PENERBIT MANA?

Penerbit


Banyak orang yang menganggap menulis itu sulit. Padahal menulis itu hampir sama dengan berbicara. Menulis merupakan rangkaian kata-kata yang dituangkan ke dalam tulisan, sementara berbicara merupakan rangkaian kata-kata yang diucapkan. Bedanya hanya terletak pada cara penyampaian, ada yang di berupa tulisan dan ada juga yang berupa ucapan


Mengapa menulis dianggap sulit sementara berbicara dianggap gampang. Hal ini disebabkan karena faktor kebiasaan saja. Setiap hari kita berbicara tanpa beban, tanpa pernah berpikir salah atau keliru, rangkaian kalimat mengalir begitu saja sehingga membuat kegiatan berbicara itu menjadi mudah. 


Sangat berbeda dengan menulis, orang jarang mau menuangkan apa yang dibicarakan, didengar, dilihat, dirasa ke dalam rangkaian kata berupa tulisan karena perasaan takut salah, takut dihina, takut di cemooh, takut di ejek sehingga membuat seseorang tidak jadi melakukan aktifitas menulis. Tekanan itulah yang membuat seseorang tidak percaya diri. Padahal kalau menulis sering dilakukan, maka kegiatan menulis akan sama entengnya dengan kegiatan berbicara.


Untuk mengabadikan untaian kata yang kita tulis ada baiknya kita bawa ke penerbit agar bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Saya ingin memberikan gambaran jenis-jenis penerbit serta kelebihan dan kekurangannya.


Ada dua jenis penerbit yang perlu kita ketahui yaitu penerbit mayor dan penerbit Indi. Kedua penerbit itu memiliki perbedaan dalam hal menerbitkan buku diantaranya:

 a. Pembiayaan

Jika kita ingin menerbitkan buku menggunakan penerbit mayor, maka semua pembiayaan akan ditanggung oleh penerbit, sedangkan bagi penerbit Indi maka semua pembiayaan akan ditanggung oleh penulis. Mulai dari biaya pengeditan, lay out, pembuatan cover, pengurusan ISBN dan biaya cetak. 


b. Naskah

Bagi penulis pemula, jika tulisannya ingin di bukukan saya sarankan lebih baik menggunakan penerbit Indi karena naskah yang dibawa kesana pasti akan di cetak oleh penerbit. Sedangkan penerbit mayor sangat selektif dalam mencetak buku yang akan diterbitkan karena mereka memiliki standar tertentu yang akan menjadi acuannya terutama dari segi pemasaran.


c. Jumlah cetak

Untuk penerbit mayor, jumlah buku yang di cetak berkisar antara 1000-3000 eksemplar karena buku yang di cetak tersebut langsung di salurkan di semua toko buku terkenal seperti Gramedia, karisma dan sebagainya yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Sementara bagi penerbit Indi, jumlah cetakan sesuai dengan permintaan penulis dan jumlahnya kecil karena penjualan biasanya dilakukan melalui media sosial, di jual sendiri oleh penulis. 


d. Royalti

Kalau menerbitkan buku di penerbit Indi, hasil penjualan buku sepenuhnya di ambil oleh penulis sedangkan jika menerbitkan buku melalui penerbit mayor, maka penulis akan mendapatkan royalti dari penjualan buku yang dilakukan oleh penerbit sejumlah 10% dari harga buku.


e. Waktu

Waktu yang dibutuhkan menerbitkan buku di penerbit mayor membutuhkan waktu yang lumayan lama terkadang mencapai tahunan. Namun jika menerbitkan di penerbit Indi relatif waktunya lebih cepat antara satu sampai dua bulan. 


Demikian informasi terkait dengan tempat penerbitan buku yang bisa menjadi acuan anda dalam menerbitkan naskah yang sudah anda tulis, semoga informasi ini bisa menjadi gambaran tentang perbedaan penerbit mayor dan penerbit Indi. Silahkan pilih sesuai dengan kebutuhan dan keadaan anda..




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama