5 TRIK MENUMBUHKAN MENTAK BAJA BAGI PENULIS PEMULA

Sabtu, 30 Januari 2021

Penulis : Siti Marwanah

Alhamdulillah dari hari ke hari semakin banyak hal baru yang saya peroleh di kelas menulis PGRI yang dimotori oleh Om Jay, seorang yang luar biasa, bisa memberikan kesempatan dan wadah untuk semau guru-guru hebat yang ingin maju bersama dalam meningkatkan kemampuan literasi khususnya dalam hal menulis.


Hari ini materi akan disampaikan oleh Ditya Widya Utami kelahiran 23 Mei 1990. Beliau lahir di Subang, dia merupakan istri dari Muhammad Kholil S.PdI dan ibu dari Muhammad Fatih Musyfiq.  Bu Dita sseorang guru muda yang berbakat saat ini aktif bertugas di SMPN 1 Cepeundeuy,  Subang mengampu mata pelajaran IPA.


Beliau akan menyampaikan materi yang berjudul "Mental Seorang Penulis"

Saya sangat sependapat dengan pemateri malam ini terkait dengan mental menjadi seorang penulis handal. Untuk menjadi seorang penulis hebat, modal utama yang harus dimiliki oleh penulis pemula agar bisa menghasilkan sebuah karya adalah "TEKAD"

Bagi saya pribadi rangkaian lima huruf ini akan menjadi penentu apakah kita bisa menjadi seorang penulis handal atau kah hanya penulis abal-abal.


Dari materi yang beliau sampaikan saya bisa menarik kesimpulan ada lima hal yang perlu dimiliki oleh seseorang agar bisa memiliki Mental baja agar jadi seorang penulis handal. Kelima hal itu akan saya jabarkan satu persatu.

1.  Selalu konsisten

Menulis ini merupakan kata kerja yang harus dibuktikan dengan usaha yang nyata. Tuangkan apapun yang anda lihat, anda dengar, anda rasakan, anda alami ke dalam tulisan. Menuliskan setiap hari, ini merupakan salah satu cara agar kita bisa konsisten dalam berkarya. Di Zaman milenial sekarang ini yang serba digital, bisa kita gunakan untuk memperkenalkan kepada khalayak ramai tentang isi, konten dan model tulisan yang kita buat.

Kita bisa membagi tulisan kita melalui blog, Instagram, Facebook, wettfatt, bagi yang suka membuat cerita fiksi dan masih banyak lagi. Tinggal kita sesuaikan dengan keinginan kita sendiri.


2. Siap dikritik dan lebih percaya diri

Saat kita memutuskan untuk mempublikasikan tulisan kita di media sosial, maka itu artinya akan bisa dibaca dan dinikmati oleh orang banyak. Bukan saja oleh orang yang kita sukai, kita kenal tapi juga oleh orang yang tidak mengenal bahkan tidak menyukai kita. Untuk itu kita harus mempersiapkan mental kita untuk menerima komentar berupa kritikan, ejekan maupun masukan. 


Bagi saya pribadi menulis itu ibarat meminum obat yang terasa pahit di mulut, namun memiliki khasiat bisa menyembuhkan. Begitu pun dengan kritikan pedas yang kita terima, hendaknya dijadikan pemicu agar kita bisa menjadi penulis yang bisa menghasilkan karya yang luar biasa hebat.


Sedangkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kualitas diri, bisa kita lakukan dengan mengikuti pelatihan menulis yang bertebaran di internet. Ada yang berbayar namun banyak juga yang gratis, tinggal disesuaikan dengan keadaan, keinginan dan kebutuhan kita. Disamping itu juga bisa dilakukan dengan mengikuti lomba, mengikuti kelas-kelas menulis seperti Kelas Menulis Online (KMO) yang dipandu oleh Pak Cahyadi Takariawan, Kelas menulis PGRI yang dimentori oleh Om Jay dan Nara sumber hebat di setiap sesinya. 


3. Siap bertumbuh

Jika kita sudah bisa konsisten menulis dan sudah terbiasa menerima kritikan menjadi sesuatu yang bernilai positif, insyaallah bisa dipastikan kita termasuk ke dalam orang yang memiliki mental baja dan bisa menjadi pribadi yang bertumbuh pesat dalam arti kita akan bisa menghasilkan karya-karya besar. Untuk bisa seperti itu maka perlu melakukan dua hal yaitu:

a. Melakukan riset, pengamatan, penelitian. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang penulis agar tulisan yang  dibuat terasa lebih hidup, lebih bermakna, lebih menarik, sesuai trend dan terasa nyata bagi pembaca. Ini merupakan tehnik agar tulisan kita disukai oleh para pembaca.

b. Sesering mungkin membaca buku. Tingkatkan minat baca dengan cara membaca buku sebanyak-banyaknya serta tingkatkan daya baca kita dengan cara memilih buku-buku yang berkualitas agar mampu mengembangkan kemampuan diri. Untuk bisa meningkatkan minat dan daya baca, bisa kita lakukan dengan mengikuti seminar cara membaca kilat, cara cepat memahami isi buku. Dan ini banyak kita dapatkan di YouTube secara gratis. 


4. Siap di tolak.

Agar apa yang kita tulis bisa dibukukan dan memiliki mahkota menulis yaitu ISBN, maka perlu di bawa ke penerbit. Namun tidak menutup kemungkinan naskah kita ditolak oleh penerbit mayor. Jadikan penolakan yang kita terima sebagai modal untuk memperbaiki dan menghasilkan karya yang lebih berkualitas. 


Kita juga bisa menerbitkan naskah kita di penerbit indie yang insyaallah naskah kita akan bisa diterbitkan walau masih memiliki kekuarangan. 


5. Jadilah penulis yang "UNIK"

Unik maksudnya adalah jadilah diri sendiri, jangan ikut-ikutan orang lain. Konten boleh sama tapi cara penyampaian, gaya bahasa ini yang harus disesuaikan dengan diri kita. Jika kita suka humor, buatkan tulisan yang lucu, jika kita suka masak tulislah yang terkait dengan masakan, begitu pun jika kita suka memecahkan masalah tulislah dengan gaya bahasa psikologi dan masih banyak lagi. Jadilah penulis yang jujur "apa adanya," bukan "ada apanya." Hasilkan karya yang apa adanya namun berbobot.


Untuk menghasilkan tulisan yang berbobot, saat membaca buku, jangan hanya focus pada isi buku tapi perhatikan serta amati penggunaan PUEBI dan KBBI. Jangan biasakan menulis dengan cara menyingkat, contoh kata merupakan ditulis mrpk. Ini pembiasan yang salah, namun orang menganggap ini benar karena mereka terbiasa melakukan hal ini. Jadilah "orang yang selalu membiasakan berbuat benar," bukan "orang yang membenarkan pembiasaan."


Inilah hal-hal yang bisa saya tuliskan agar kedepan kita semua bisa menjadi penulis hebat dan handal. Saya akhiri dengan ucapan salam literasi untuk kita semua.





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama